Pages

Rona Kabut Hujan

Dingin bukan dingin
Dingin begitu kejam
Angin menyayat jemari
Awan hitam meraungi
Langit berteriak
Seakan terpecah
Dia disana menitikkan air mata
Mengerang membuat derita
Merintih membuat bahagia
Saat itu...
Hujan pun turun tertanam
Mungkin membawa cinta
Mungkin membawa luka
Selama bertumpu di ibu pertiwi
Angan slalu berharap
Tenggelam dalam tawa
Penantian ini..
Apakah menyiksa ?
Ketika berhenti berjatuhan
Hilang semuanya
Hanya mengenang
Dalam rona kabut hujan

AKU, KAMU DAN DIRINYA

Saat anganku tak lagi tentangmu
Saat ragaku tak lagi bersamamu
Saat hidupku putih tanpa warnamu
Saat aku rapuh oleh kebahagiaanmu
Air mata hatiku luluh rela melepasmu
Melupakanmu....
Mengenangmu....
Tapi hati ini begitu sulit
Begitu keras
Begitu tak merasa
Akankah bertahan ?
Kaki menapaki derita
Bayang membutakan cahaya
Dilema yang kurasa
Terlalu sakit, terlalu pedih
Menjadi mati rasa
Sudah lupa akan mencinta
Menjadi boneka
Yang tak tahu alur cerita
Sampai kapan ?
Kutahu adanya karma
Tak ingin ku berada dalam balasannya
Kutahu kamu dan dirinya,
Aku mencintaimu tapi,
Aku lebih mencintai dirinya.